Jumat, 03 Januari 2014

Mengenal Budaya Fukuoka: Festival Hojoya + Taman Bunga Hydrangea (in Hakozakigu)

Kultur budaya Jepang yang seolah tidak ikut tergerus oleh waktu ataupun kemajuan teknologi di negara tersebut banyak dikagumi oleh bangsa – bangsa lain. Bukan hanya mampu terus bertahan, namun nilai –nilai kebudayaan dan tradisi tersebut seolah mampu melebur dan menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakatnya. Sehingga tak heran banyak ulasan tentang perayaan ataupun festival keagamaan Jepang diulas sedemikian menarik dan memancing keingintahuan untuk berkunjung langsung.

Budaya dan agama di Jepang mampu menjadi hal yang menyatukan masyarakatnya. Festival yang diselenggarakan kebanyakan masih dirayakan guna menghormati dewa dan dewi dalam kepercayaannya. Kuil – kuil yang banyak ditemukan di seantero Jepang pun tak pernah sepi dari pengunjung. Salah satu kuil yang ramai dikunjungi adalah kuil Hachiman yang didirikan untuk menghormati Dewa Shinto. Salah satu kuil hachiman yang populer adalah Hakozakigu Fukuoka.

Hakozakigu Fukuoka atau bila diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia berarti Kuil Hakozaki di Fukuoka didirikan pada tahun 923 oleh Kaisar Daigo. Hakozakigu Fukuoka merupakan salah satu dari tiga kuil Hachiman terbesar di Jepang. Selain kuil hakozaki, ada pula Usa-Jingu di Oita dan Iwashimizu Hachimangu di Kyoto. Saat ini keseluruhan Hakozakigu Fukuoka, termasuk jembatan batu Torii, Jembatan utama Romon, serta berbagai konstruksi dari kuil tersebut menjadi cagar budaya nasional yang dilestarikan oleh pemerintah Jepang dan pemerintah Fukuoka pada khususnya.

Sebagai salah satu dari kuil Hachiman terbesar di Jepang tentunya Hakozakigu Fukuoka memiliki sejarah panjang yang menarik untuk disimak. Tak hanya itu berbagai festival juga banyak diadakan di kuil tersebut. Festival yang paling banyak menyedot pengunjung karena kemeriahan dan keindahannya adalah festival Hojoya yang biasanya diadakan setiap tanggal 12 hingga 18 September setiap tahun. Pastikan Anda mengikuti kemeriahan festival Hojoya ketika mengunjungi Hakozakigu Fukuoka.

Namun bila tak sempat mengikuti jalannya perayaan – perayaan besar di Hakozakigu Fukuoka, Anda juga bisa menikmati keindahan mekarnya bunga Hydrangea. Hakozakigu Fukuoka memiliki Taman Hydrangea –yang biasa disebut Ajisai oleh orang Jepang, bisa dinikmati ketika bunga – bunga tersebut berkembang di pertengahan Bulan Juni.

Mengenal Budaya Fukuoka: Festival Hakata Dontaku

Hakata Dontaku diadakan di kota Fukuoka setiap tanggal 3 dan 4 Mei. Dengan sejarah lebih dari 800 tahun yang lalu, festival Dontaku selalu dihadiri oleh jutaan orang dari seluruh penjuru Jepang.

Orang-orang berpakaian dalam parade kostum yang unik melalui jalan-jalan sambil bertepuk tangan sendok shamoji dan tarian di panggung dan di kotak di berbagai tempat kota. Sebuah shamoji, yang merupakan alat kayu untuk melayani beras, membangkitkan citra seorang wanita, sibuk menyiapkan makan, gagah keluar untuk bergabung dengan parade yang lewat di depan rumahnya. Pawai kendaraan cantik dihiasi disebut hana Jidosha juga menghibur. Dari semua festival Jepang yang diadakan selama Minggu disebut Emas ketika ada serangkaian hari libur nasional dari akhir April sampai awal Mei, yang Dontaku Hakata menawarkan jumlah terbesar dari penonton, dengan sekitar dua juta orang mematikan setiap tahun. Pengunjung juga diterima, jadi jangan ragu untuk bergabung!

Para Dontaku namanya berasal dari kata Belanda Zondag berarti "Minggu" atau "liburan." Ini dimulai tahun 1179 sebagai kinerja Tahun Baru dikenal sebagai Matsubayashi. Dalam Periode Edo, itu berkembang menjadi sebuah parade yang dipimpin oleh orang-orang berpakaian seperti dewa keberuntungan ketika kunjungan dibayarkan kepada Tuhan Fukuoka Puri. Parade ini disebut Torimon. Meskipun Pemerintah Meiji melarang parade ini karena pemborosannya, warga mempertahankan tradisi mereka dengan mengubah nama parade untuk Dontaku. Ini juga terhenti selama Perang Dunia II, tetapi dihidupkan kembali segera setelah perang berakhir untuk membawa kembali hidup ke kota, dan memberikan kontribusi untuk peremajaan tersebut. Ini benar-benar sebuah festival warga. Hari ini, telah berubah nama menjadi Hakata Dontaku Pelabuhan Festival (Festival Hakata Dontaku Pelabuhan), dengan sejumlah acara juga digelar sekitar Hakata Port.

Partikel-Partikel Dalam Kalimat Bahasa Jepang

1.  Partikel DE
Arti dari partikel DE adalah melalui/dalam/dengan. DE digunakan untuk menunjukkan sebuah instrumen atau cara.
Contoh:
Takushii de ju-go-fun gurai desu. (Kira-kira 15 menit kalo naek taksi)
Ei-go de hanashite kudasai. (Silahkan bicara dalam bahasa inggris)

DE yang ditambahkan ke suatu kata benda yang terkait dengan tempat dan menunjukkan tempat berlangsungnya suatu peristiwa, maka DE berarti di/dalam.
Contoh:
Shokudou de tabemasu. (Saya makan di ruang makan)

   2. Partikel E
Arti dari partikel E adalah ke. E digunakan untuk menunjukkan arah/tujuan.
Contoh:
Watashi wa ginkou e ikimasu. (Saya pergi ke bank)

   3. Partikel GA
Arti dari partikel GA adalah suatu penanda subyek yang menunjukkan bahwa kata benda sebelumnya adalah suatu pokok kalimat.
Contoh :
Resutoran ga arimasu. (Ada sebuah restoran)

Partikel WA juga merupakan penanda subyek kalimat, tetapi dalam kasus ini, subyek sebelum WA adalah topik dari kalimat, jadi WA dapat diterjemahkan “mengenai”. Perbedaan partikel WA dan GA adalah kalo GA digunakan ketika sesuatu terjadi di depan mata kita atau ketika kita menemukan sesuatu. Sedangkan WA Digunakan ketika kita sudah mengetahui kejadiannya. Mari kita lihat contoh perbedaan GA dan WA berikut ini:
Contoh:
Hon ga arimasu. (Ada sebuah buku, situasinya: si lawan bicara baru tahu untuk pertama kalinya kalo ada buku disitu)
Hon wa arimasu. (Ada sebuah buku, kondisinya: si lawan bicara sudah tahu kalo ada buku disitu)

   4. Partikel WA
Partikel WA merupakan unsur terkecil yang berkaitan dengan topik (subyek) sebuah kalimat. Topik ini bisa terdiri dari apa saja. Misalnya orang, benda, cuaca, dsb. Topik ini muncul diawal kalimat dan ditandai dengan diikuti WA.
Contoh:
Ano hito wa kisha desu. (Orang itu adalah seorang wartawan)

WA seringkali digunakan dalam kalimat negatif untuk membandingkan gagasan negatif dengan gagasan positif.
Contoh:
Haizara ga arimasu. Matchi wa arimasen.
(Disini ada asbak. [tetapi] korek apinya tidak ada)

WA (penanda topik) dan GA (penanda subyek) bisa digunakan dalam satu kalimat sekaligus.
Contoh:
Ichibun-san wa Nihon-go ga dekimasu.
(Nona Ichibun bisa berbahasa Jepang)
Haha wa hana ga suki desu.
(Ibuku menyukai bunga)

   5. Partikel KA
Partikel KA digunakan sebagai sebuah tanda pertanyaan. KA pada ujung kalimat akan merubah sebuah kalimat biasa menjadi sebuah kalimat tanya.
Contoh:
Ano kisha wa dare desu ka? (Siapa wartawan itu?)

   6. Partikel MO
Arti dari partikel MO adalah juga. MO mengacu pada kata sebelumnya. Partikel ini menggantikan O dan WA.
Contoh:
Hon o kaimashita. Kabin mo kaimashita.
(Saya sudah membeli buku. Saya juga sudah membeli vas bunga)
Chichi mo isha desu.
(Ayahku juga seorang dokter)

   7. Partikel NI
Arti dari partikel NI adalah di/dalam/pada. NI ditambahkan pada sebuah kata benda untuk menunjukkan lokasi atau suatu tempat.
Contoh:
Hoteru ni hon-ya ga arimasu. (Dalam hotel ini ada toko buku)

NI yang berarti di/pada, ditambahkan untuk kata benda yang terkait dengan waktu da menunjukkan waktu.
Contoh:
Hachi-ji ni ikimasu. (Saya akan berangkat pada pukul 8)
Doyobi ni kaerimasu. (Saya akan kembali pada hari Sabtu)

NI bisa juga berarti untuk, ketika ditambahkan pada objek tidak langsung dari sebuah kata kerja, NI akan menjadi penanda objek tidak langsung.
Contoh:
Chichi ni tegami o kakimashita.
(Aku menulis surat untuk ayahku)

Arti lain dari partikel NI adalah pergi/kembali/datang untuk. Ungkapan ini menandakan tujuan, digunakan hanya pada kata kerja gerak seperti pergi, datang dan kembali. NI ditambahkan pada kata kerja berakhiran –masu yang sudah dihilangkan.
Contoh:
Watashi wa eiga o mi ni ikimasu. (Saya akan pergi nonton film)

NI berfungsi sama seperti diatas jika ditambahkan pada sebuah kata benda “aktifitas” seperti tamasya atau makan siang dan mengindikasikan tujuan.
Contoh:
Sato-san wa hiru-gohan ni ikimasu.
(Pak Sato akan pergi makan siang)
Sato-san wa kenbutsu ni ikimasu.
(Pak Sato akan pergi tamasya)

NI juga digunakan untuk menunjukkan tempat kedatangan.
Contoh:
Tokyo ni tsukimasu. (Kami akan tiba di Tokyo)

NI bisa juga digunakan untuk menunjukkan tempat seseorang aka pergi.
Contoh:
Heya ni hairimashita. (Saya sudah memasuki ruangan)

   8. Partikel NO
Arti partikel NO ini adalah dari/untuk.
Contoh:
Asahi shinbun no kisha. (Wartawan untuk koran Asahi)

NO juga berarti kepunyaan/milik.
Contoh:
Kare wa watashi no koibito desu. (Dia adalah pacarku)

NO juga digunakan untuk merubah kata kerja menjadi kata benda.
Contoh:
Fuyuki-san wa oyogu-no ga suki desu.
(Nona Fuyuki menyukai renang)

   9. Partikel O
Arti partikel O adalah sebagai penanfa objek. O ditambahkan ke suatu kata benda sebagai pelengkap penekanan suatu kata kerja.
Contoh:
Hon o yomimasu. (Saya membaca buku)

10.    Partikel TO
Arti dari partikel TO adalah dan. TO digunakan untuk menghubungkan dua buah kata benda.
Contoh:
Nara to Kyoto e ikimashita. (Aku sudah pergi ke Nara dan Kyoto)

TO ISSHO berarti bersama-sama dengan.
Contoh:
Tanaka-san to issho desu. (Aku bareng Pak Tanaka)

11.   Partikel NE
NE adalah sebuah partikel akhiran-kalimat yang bermakna “kan?/ya?”.
Contoh:
Tsugi no densha desu ne. (Kereta api selanjutnya, kan? (Ato) Kereta api selanjutnya, ya?)

12.   Partikel YO
Arti partikel ini adalah lho. YO adalah sebuah partikel ahiran-kalimat yang memiliki makna “saya meyakinkan kamu”. YO menambahkan penekanan pada kalimat.
Contoh:
Asoko desu yo. (Di sebelah sana lho.)